Langsung ke konten utama

Mandar airbaja versus Makassar Kalijodo



Keributan di Kalijodo, Belasan Luka Bacok dan Panah

Dikutip dari kompas.com


Editor: Agus Mulyadi
JAKARTA, KOMPAS.com - Keributan antarwarga terjadi di Jalan Trading RT 006/016, Kelurahan Penjagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utrara, Minggu (17/3/2013) dini hari. Sekitar 13 orang dari kedua belah pihak yang terlibat, menderita luka-luka akibat sabetan senjata tajam dan anak panah.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, keributan tersebut terjadi antara dua kelompok warga yakni kelompok Makasar Kalijodo dengan kelompok Mandar Airbaja. "Kedua kelompok saling serang dengan menggunakan senjata tajam," katanya, Minggu (17/3/2013) sekitar pukul 09.00 WIB.
Warga yang terluka dan dirawat di RS Atmajaya adalah Irfan Saputra (17 tahun, luka panah pada bahu sebelah kiri), Mulyanto (27, luka bacokan pada pipi sebelah kanan), Abdul (25, luka bacok pada pergelangan tangan sebelah kiri dan luka di ketiak kiri akibat panah), Vitara Aryanto (27 tahun, luka akibat panah pada lengan kanan dan paha kiri), dan Ryan (16, luka panah pada punggung kanan bagian belakang).
Korban yang dirawat di RS Pluit adalah Hendi (20), luka di lengan kanan akibat terkena panah). Sisanya di rawat di RSUD Cengkareng yakni Girana Riyanto (luka panah dipaha kiri dan perut ), M Sanika (luka panah pipi kanan ), Ilham (luka panah punggung), Febri Agung Perman (luka panah di rusuk, Iqbal (luka panah kaki kiri), Asep Firnada (luka panah pipi kanan), Irwansyah (luka panah perut dan tangan kiri), dan Alip Iman (luka bacok kepala belakang).
Menurut Rikwanto, kronologi kejadiannya berawal kelompok warga Mandar Airbaja melempar ke arah kelompok warga Makasar Kalijodo. Pelemparan dibalas, dan terjadi keributan antara dua kelompok yang baru dapat dipisahkan sejam kemudian. Keributan terjadi saat para tokoh warga kedua kelompok tidak ada di tempat.
Barang bukti yang disita antara lain satu golok, 14 anak panah, dan satu ketapel. "Aparat kepolisian setempat sudah bertemu dengan para tokoh kedua kelompok warga, dan tetap akan melakukan penegakan hukum pada para pelaku penganiayaan," kata Rikwanto.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerajaan banggae

Diantara kerajaan kerajaan babana Binanga Banggae adalah yang paling kecil wilayah aslinya meliputi kecamatan Banggae dan Banggae timur saat ini yang totalnya sekitar 55 km persegi tapi meskipun demikian kerajaan Banggae sangat diperhitungkan. Nama lain Banggae adalah Majene itu sebutan orang luar untuk Banggae , kerajaan ini punya dua sisi lautan pertama dibagian selatan kedua disisi barat dan saat ini Banggae punya 3 pelabuhan, ditamo, pangaliali dan totoli. Sejumlah kesuksesan militer diperoleh mandar dengan keikut sertaan Banggae seperti perang mandar Bone jilid 1 , perluasan wilayah todiboseang, pada perang Makassar keterlibatan Banggae tidak disebutkan mungkin karna ada konflik Banggae Gowa tahun 1665 meskipun Banggae kerajaan kecil tapi tidak gentar melawan Gowa atau Bone apalagi Gowa saat itu kerajaan terkuat dinusantara timur. Jejak keberanian orang Banggae dapat dilihat pada masyarat pesisir teluk Majene termasuk pula rangas pamboborang dan sekitarnya  Saya...

Busur dan panah sulawesi

sebelum abad 20 busur dan panah telah dikenal di Sulawesi Dari sebuah tulisan berjudul Benteng Art Deco Peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo Disebutkan ...Masuk lebih ke dalam, pengunjung akan menjumpai bangunan-bangunan  art deco  yang kental dengan nuansa negeri kincir angin Belanda – dengan bangunan berpintu tinggi menjuntai dilengkapi banyak jendela. Bangunan-bangunan tersebut kini difungsikan sebagai museum yang menyimpan berbagai peninggalan kuno dari Sulawesi Selatan. Salah satu bangunan tersebut kini dijadikan sebagai Museum I Lagaligo.  I Lagaligo  merupakan karya sastra terpanjang yang pernah ada di dunia. Karya ini bercerita tentang seorang Dewa utusan Tuhan yang diturunkan di tengah masyarakat Sulawesi. Karena dianggap suci, naskah  I Lagaligo  dijaga dan dipelihara dengan baik di museum ini. Di bagian yang lain, terdapat museum yang menyimpan berbagai senjata tradisional yang pernah digunakan oleh berbagai kerajaan yang ada...

Perebutan kekuasaan abad 17

Perebutan Supremasi Kekuasaan di Indonesia Timur Dalam Abad XVII Dengan bermunculnya kapal-kapal bangsa Eropah di perairan Nusantara dalam permulaan abad XVII, terutama di bahagian timur Indonesia, yang secara langsung berlayar ke tempat-tempat penghasilan rempah-rempah, maka mau tak mau akan terjadi persaingan diantara mereka itu sendiri. Selain dari itu Kerajaan Gowa memperluas daerahnya dan memperbesar armada niaganya, sehingga disamping orang-orang Spanyol, Portugis, Belanda, dan Inggris, orang-orang Makassar juga punya andil besar dalam masalah pelayaran ke pulau-pulau penghasil rempah-rempah itu. Oleh Kompeni Belanda menjadi jelas, bahwa orang-orang Makassar merupakan saingan yang berat baginya. Terlebih-lebih sesudah orang-orang Belanda selesai mengadakan perhitungan dengan orang-orang Spanyol, Portugis, dan Inggris di Maluku, ternyata pelabuhan makassar selalu terbuka bagi bangsa-bangsa ini untuk datang berdagang dan membeli rempah-rempah lebih murah di Makassar dari ...