Langsung ke konten utama

Mandar dan sumatra








Beberapa persamaan tanah mandar dengan Sumatra diantaranya nama tempat disumatra ada bernama Minanga merupakan sebuah tempat di zaman sriwijaya dimasa lalu Minanga sendiri berada ditepi sungai komering dapat dilihat disitus berikut https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbjambi/masa-klasik-hindu-buddha-nama-desa-disebut-dalam-prasasti/  dan ada  tempat di Mamuju bernama Minanga sipakko, kemudian waykambas , way di mandar artinya air, kemudian arca Budha ada di Sumatra Selatan dan mamuju

Kata ulu dimandar berarti kepala atau hulu sungai identik dengan ulu di Ogan Komering

Kata Palembang mirip dengan Lembang juga artinya sungai di mandar. Diambil dari bangkapos.com
Selain dari sumber-sumber sejarah, nama Palembang, konon menurut penduduk setempat, berasal dari bahasa Jawa “Limbang” yang mempunyai arti membersihkan logam atau benda-benda lain.


Adapun “Pa” adalah kata depan yang juga berasal dari bahasa Jawa jika mereka hendak menyebut suatu tempat.
Contohnya, bila seseorang menyebut “pa-ka-pu-ran”, artinya adalah tempat pembakaran kapur.
Sumber lokal lainnya menyatakan nama Palembang diambil dari pengertian tempat mencuci emas dan biji timah di sekitar Muara Ogan, Kertapati.

Karena sebagian mata pencaharian penduduk awal “melimbang”, lama kelamaan muncullah kata “Palembang” sebagai nama tempat.
Sebetulnya ada juga yang menduga nama kota Palembang berasal dari kata “Lembeng” yang bermakna genangan air dan kemudian ditambah awalan “Pa” sebagai kata petunjuk tempat.
Sehingga nama Palem bang berarti kota yang selalu tergenang air atau terletak di Lembeng.
Hal ini tentunya dikaitkan dengan kenyataan Palembang memang berada di daerah rawa yang dipengaruhi oleh pasang-surut air Sungai Musi.

binanga juga terdapat disumatra Utara selain dimandar
menurut Taufik Hasibuan
Wilayah Binanga menjadi muara dua sungai besar yang mengalir dari Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan. Sihapas Yang berhulu dari Gunung Sibualbuali. memasuki wilayah kecamatan Ulu Sihapas. Batang Onang. di Kabupaten Padang Lawas Utara. dan bermuara kesungai Barumun di Wilayah kecamatan Barumun Tengah. 
Batang Pane yang berhulu di sepanjang dari Sipiongot juga berhulu dari daerah tapanuli Selatan. membelah Ibukota Kabupaten Padang Lawas Utara. Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara. dan bermuara di Siparau kecamatan Barumun Tengah Kabupaten Padang Lawas. 
Kedua sungai ini menyatu dengan sungai yang jauh lebih besar dan luas, menurut cerita kakek ku dulu. sungai barumun menjadi alat transfortasi bahkan pernah kapal kapal besar pernah datang untuk membeli hasil bumi desa Binanga dan sekitaranya. 
Bermuara ke Selat Indonesia melewati Beberapa kabupaten kota di Sumatera Utara, hingga bermuara di selat Indonesia. Sedangkan Hulunya berada di Desa Ulu Aer, Kecamatan Ulu Barumun, Kabupaten Padang lawas.
Sehingga Kata BINANGA adalah Bahasa Batak yang berarti Pertemuan dua sungai, jika kita rujuk dalam bahasa sansakerta Vinangga. hingga sekarang nama Kota Tua ini diabadikan sebagai nama Desa di Kecamatan Barumun Tengah. 
Secara adat, wilayah Barumun Tengah di pimpin oleh marga Hasibuan. yang menjadi Raja Adat, dan juga Raja Luat disepanjang aliran Sungai Barumun. tentunya akan berbeda lagi di pinggiran sungai Batang Pane atau Sungai SIHAPAS.

Kata way dalam bahasa Lampung way kanan berarti air berdasarkan kamus setempat dimandar air berarti wai atau uhai.

Senjata khas mandar yang juga khas di Sumatra adalah kelewang atau kondowulo, trisula atau doe pakka dan badik , khusus untuk trisula merupakan senjata Sumatra Selatan era Sriwijaya.










Komentar

Postingan populer dari blog ini

Busur dan panah sulawesi

sebelum abad 20 busur dan panah telah dikenal di Sulawesi Dari sebuah tulisan berjudul Benteng Art Deco Peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo Disebutkan ...Masuk lebih ke dalam, pengunjung akan menjumpai bangunan-bangunan  art deco  yang kental dengan nuansa negeri kincir angin Belanda – dengan bangunan berpintu tinggi menjuntai dilengkapi banyak jendela. Bangunan-bangunan tersebut kini difungsikan sebagai museum yang menyimpan berbagai peninggalan kuno dari Sulawesi Selatan. Salah satu bangunan tersebut kini dijadikan sebagai Museum I Lagaligo.  I Lagaligo  merupakan karya sastra terpanjang yang pernah ada di dunia. Karya ini bercerita tentang seorang Dewa utusan Tuhan yang diturunkan di tengah masyarakat Sulawesi. Karena dianggap suci, naskah  I Lagaligo  dijaga dan dipelihara dengan baik di museum ini. Di bagian yang lain, terdapat museum yang menyimpan berbagai senjata tradisional yang pernah digunakan oleh berbagai kerajaan yang ada...

Armada gowa

Dikutip dari my notes Oleh mahaji noesa Menurut Prof Dr Zainal Abidin Farid, pakar budaya Sulsel, selain jenis phinisi, Kerajaan Gowa memiliki ribuan perahu jenis Galle yang mempunyai desain cantik menawan, dikagumi pelaut-pelaut Eropa. Konstruksi perahu galle bertingkat. Panjangnya ada yang mencapai 40 meter dengan lebar sampai 6 meter. Dalam Lontara Bilang Gowa- Tallo kepunyaan Andi Makkaraka Ranreng Bettempola (alm), perahu galle disebut sebagai perahu tumpangan raja dan pembesar-pembesar kerajaan. Selain memiliki tiang layar yang besar , setiap galle dilengkapi pendayung 200 sampai 400 orang. Galle-galle tersebut masing-masing diberi nama secara khusus. Seperti I Galle Dondona Ralle Campaga, panjang 25 depa (kl.35 m). I Galle Inyannyik Sangguk dan I Galle Mangking Naiya, masing-masing memiliki panjang 15 depa (kl.27 m). I Galle Kalabiu, I Galle Galelangan, I Galle Barang Mamase, I Galle Siga, dan I Galle Uwanngang, masing-masing memiliki panjang 13 depa (23 m). Bet...

Mandar tak pernah menyerah pada belanda

Federasi mandar pada tahun 1906 Setelah arupalaka dan Cornelis speelman mengalahkan Gowa dan sekutunya dibenteng somba Opu tahun 1669 Arupalaka menerima ide Belanda untuk menyerang mandar tahun itu juga akan tetapi serangan pertama itu gagal total Belanda menyebut penyerangan itu kurang sukses tapi dilapangan itu gagal total kabur dari pasukan mandar Balanipa dan banggae. Arupalaka kemudian menyerang Wajo tahun berikutnya setelah sukses kali ini mereka menyerang mandar tahun 1671 saat ini arupalaka membawa pasukan makassar bersama pasukan Bugis namun tidak berhasil tapi kali ini mereka tidak kabur dalam kegagalan mereka kembali lagi tahun 1673 berbagai bangsawan Sulawesi Selatan bersumpah memerangi mandar tapi gagal.