Langsung ke konten utama

Keberanian orang mandar

Keberanian orang mandar dapat dilihat di syair perang mengkasar



( 108) Keraéng Bonto Maranu 'akalnja lebih
melihat ra 'jat sekalian letih
zamzam durdjanja sebagai léléh
lalu mendirikan tunggul putih.
(109) Welanda melihat tunggul putih
si Tunderu' dan Amiral hatinja pulih
sekali ini kita peroléh
Mengkasar dan Mandar sudah letih

(108) Karaéng Bonto Marannu proved himself a wise leader.
Seeing that his forces were exhausted,
with his face streaming with tears,
he ordered the white flag to be hoisted.
(109) When the Dutch saw the white flag hoisted
Palakka and the Admiral felt greatly relieved.
"This time the victory is ours;
the Macassarese and Mandarese are worn out."

( 113) Mara'dia itu tiada menurut kata
masuk menutup pintu kota
Bugis kutuk Welanda jang dusta
patutlah lawan kepada kita.

(113) The Mara'dia of Mandar refused to do as Karaéng Bonto
Marannu ordered
and went back, closing the entrance to the stockade.
"Those damned Bugis, those lying Dutchmen,
we must, of course, resist them."


(116) Setelah habis sekalian sendjata
Mandar ta' mau menurut kata
mana kehendaknja Welanda jang dusta
barang hukumnja adalah kita.
(117) Keraéng Bonto Maranu sangat bertjinta
turunlah ia membawa sendjata
kepada Amiral ia berkata
Mandar itu diatas béta.

( 116) When all the weapons had been collected
the Mandar leader still refused to obey orders:
"Never mind those lying Dutchmen;
if they want to do anything about it, we're ready for them."
( 117) Kara'éng Bonto Marannu was greatly disturbed
and retumed to the ship with the weapons;
to the Admiral he said:
"Leave the Mandarese to me."

(120) Bertitahlah Radja Bala' Nipah
menjuruh mengganti dajung jang patah
semuanja hadir seperti perintah
menantikan radjanja djuga bertitah.
( 121) Datanglah gerak daripada Allah
iapun keluar lalu membelah
(122) Mara'dia itu radja jang terbilang
membelah dengan serunai genderang
keris dan sunderik tersisip dipinggang
setinggarpun hadir seputjuk seorang.
120) Ra ja Bala (ng) nipa gave orders
to repair any broken oars;
all his men assembIed as commanded,
awaiting their Raja's instructions.
( 121 ) He felt an involuntary twitching - a sign from God,
and then set out to escape
(122) The Mara'dia is a renowned Raja;
he put to sea to the music of the fife and drum,
his kris and cutlass stuck in his belt
and each of his men had a musket.
( 123) Hendak mengambat si Tunderu' melarang
Mandar itu biarlah pulang
kehendak hatinja berkata garang
Mandar kutuk anak djembalang.
( 124) Mandar itu radja jang keras
sehari semalam diapun lepas
barang jang tinggal disuruhnja rampas.
habis mendjelus tinggal mendjelas.
( 123) There was some talk of pursuing them but Palakka forbade it.
"Let the Mandarese go back home", he said.
Always a lover of bluster he exclaimed:
"That cursed fiend of a Mandarese!"
( 124) The Mandar Raja was a tough man;
within twenty-four hours he had got away.
Orders were given to seize everything that had been left behind:
'if that's the way they vent their spite, they'll have to pay for it.'

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Busur dan panah sulawesi

sebelum abad 20 busur dan panah telah dikenal di Sulawesi Dari sebuah tulisan berjudul Benteng Art Deco Peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo Disebutkan ...Masuk lebih ke dalam, pengunjung akan menjumpai bangunan-bangunan  art deco  yang kental dengan nuansa negeri kincir angin Belanda – dengan bangunan berpintu tinggi menjuntai dilengkapi banyak jendela. Bangunan-bangunan tersebut kini difungsikan sebagai museum yang menyimpan berbagai peninggalan kuno dari Sulawesi Selatan. Salah satu bangunan tersebut kini dijadikan sebagai Museum I Lagaligo.  I Lagaligo  merupakan karya sastra terpanjang yang pernah ada di dunia. Karya ini bercerita tentang seorang Dewa utusan Tuhan yang diturunkan di tengah masyarakat Sulawesi. Karena dianggap suci, naskah  I Lagaligo  dijaga dan dipelihara dengan baik di museum ini. Di bagian yang lain, terdapat museum yang menyimpan berbagai senjata tradisional yang pernah digunakan oleh berbagai kerajaan yang ada...

Armada gowa

Dikutip dari my notes Oleh mahaji noesa Menurut Prof Dr Zainal Abidin Farid, pakar budaya Sulsel, selain jenis phinisi, Kerajaan Gowa memiliki ribuan perahu jenis Galle yang mempunyai desain cantik menawan, dikagumi pelaut-pelaut Eropa. Konstruksi perahu galle bertingkat. Panjangnya ada yang mencapai 40 meter dengan lebar sampai 6 meter. Dalam Lontara Bilang Gowa- Tallo kepunyaan Andi Makkaraka Ranreng Bettempola (alm), perahu galle disebut sebagai perahu tumpangan raja dan pembesar-pembesar kerajaan. Selain memiliki tiang layar yang besar , setiap galle dilengkapi pendayung 200 sampai 400 orang. Galle-galle tersebut masing-masing diberi nama secara khusus. Seperti I Galle Dondona Ralle Campaga, panjang 25 depa (kl.35 m). I Galle Inyannyik Sangguk dan I Galle Mangking Naiya, masing-masing memiliki panjang 15 depa (kl.27 m). I Galle Kalabiu, I Galle Galelangan, I Galle Barang Mamase, I Galle Siga, dan I Galle Uwanngang, masing-masing memiliki panjang 13 depa (23 m). Bet...

Mandar tak pernah menyerah pada belanda

Federasi mandar pada tahun 1906 Setelah arupalaka dan Cornelis speelman mengalahkan Gowa dan sekutunya dibenteng somba Opu tahun 1669 Arupalaka menerima ide Belanda untuk menyerang mandar tahun itu juga akan tetapi serangan pertama itu gagal total Belanda menyebut penyerangan itu kurang sukses tapi dilapangan itu gagal total kabur dari pasukan mandar Balanipa dan banggae. Arupalaka kemudian menyerang Wajo tahun berikutnya setelah sukses kali ini mereka menyerang mandar tahun 1671 saat ini arupalaka membawa pasukan makassar bersama pasukan Bugis namun tidak berhasil tapi kali ini mereka tidak kabur dalam kegagalan mereka kembali lagi tahun 1673 berbagai bangsawan Sulawesi Selatan bersumpah memerangi mandar tapi gagal.