Seingatku pertamakalinya sibaliparriq dihubungkan dengan kesetaraan gender adalah setelah terbentuknya Sulawesi Barat, ada seorang pejabat Sulawesi Barat menyatakan sibaliparriq adalah kesetaraan gendernya Sulawesi barat, namun dia keliru, arti dari sibaliparriq adalah saling membantu berasal dari dua kata yaitu sibali, menghadapi bersama dan parriq, kesulitan, jadi artinya bersama menghadapi kesulitan dan ini tidak hanya untuk suami istri tapi juga untuk semua orang, contohnya beberapa orang laki laki sibaliparriq dalam memindahkan rumah kayu, sibaliparriq artinya menolong, tidak mesti dalam mencari nafkah, contohnya begini ada seseorang mengerjakan sesuatu temannya melihatnya terus menolongnya, perlu diketahui wanita Mandar membantu suaminya tanpa paksaan, lagipula bagi orang Mandar mencari nafkah adalah tugas suami dan bukan kewajiban istri kewajiban istri adalah mengurusi rumah utamanya dapur sehingga ada yang dinamakan parwa towaine yaitu alat alat dapur lalu kalau laki laki yang sukanya memasak bikin kue, akan disebut mitto towaine atau mitowatowaine, dan ini tercela, sebaliknya kalau perempuan yang lelaki lakian juga tercela menurut kebiasaan Mandar, dalam sibaliparriq berkenaan wanita menolong suaminya mencari nafkah posisinya hanya membantu tanpa paksaan tetapi karna cinta pada keluarga jadi suamilah yang sebagai dan sibaliparriq tidak bisa dibatasi bahwa suami istri mengerjakan satu pekerjaan bersama sama, suami mencari nafkah dan istri memasak didapur juga adalah sibaliparriq dalam artian bersama sama menghadapi kesulitan sehingga kehidupan rumah tangga menjadi nyaman. Perlu dicatat dari semua wanita yang pernah ditanya mengenai membantu suaminya mencari nafkah tidak satupun dari mereka melakukannya dengan paksaan dan tidak satupun yang menganggap bahwa istri juga wajib mencari nafkah semuanya itu karna cinta pada keluarga.
sebelum abad 20 busur dan panah telah dikenal di Sulawesi Dari sebuah tulisan berjudul Benteng Art Deco Peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo Disebutkan ...Masuk lebih ke dalam, pengunjung akan menjumpai bangunan-bangunan art deco yang kental dengan nuansa negeri kincir angin Belanda – dengan bangunan berpintu tinggi menjuntai dilengkapi banyak jendela. Bangunan-bangunan tersebut kini difungsikan sebagai museum yang menyimpan berbagai peninggalan kuno dari Sulawesi Selatan. Salah satu bangunan tersebut kini dijadikan sebagai Museum I Lagaligo. I Lagaligo merupakan karya sastra terpanjang yang pernah ada di dunia. Karya ini bercerita tentang seorang Dewa utusan Tuhan yang diturunkan di tengah masyarakat Sulawesi. Karena dianggap suci, naskah I Lagaligo dijaga dan dipelihara dengan baik di museum ini. Di bagian yang lain, terdapat museum yang menyimpan berbagai senjata tradisional yang pernah digunakan oleh berbagai kerajaan yang ada...
Komentar
Posting Komentar